Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 11 Januari 2011

NARKOBA


NARKOBA

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Seiring berkembangnya zaman, dunia Narkoba dan Free Sex dalam hal ini HIV/AIDS sudah menjadi hal biasa dan perbincangan hangat yang tiada hentinya. Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan yang mengandung zat adiktif/berbahaya) yang dulunya hanya digunakan sebagai obat penenang bagi pasien dengan gangguan saraf kini telah merambah menjadi suatu obat komsumsi umum yang bersifat illegal, Narkoba kini telah memiliki jaringan peredaran internasional yang sangat sulit untuk diusut. Penyalahgunaan obat-otan ini banyak terjadi utamanya di kota-kota besar, pengkomsumsi nobat-obatan ini sebagian besar berasal dari golongan remaja, bahkan telah merambah ke anak kecil. Narkoba kini telah menjadi salah satu potensial yang bisa merusak generasi muda Bangsa Indonesia.
Demikian pula yang terjadi pada kasus HIV/AIDS yang melanda generasi muda saat ini, ini disebabkan karena telah adanya pergeseran nilai budaya hidup. Sex bebas yang dulunya hanya ada pada Negara-negara Barat, secara pasti juga telah menjadi salah satu budaya di Indonesia terutama dikota-kota besar. Adanya pergaulan dan seks bebas(free sex) dikalangan  remaja menjadikan HIV/AIDS berkembang begitu cepat. Banyak remaja yang telah terjangkit HIV/AIDS. Disamping karena seks bebas, pemakaian obat-obatan illegal (narkoba) juga menjadi pendorong berkembang pesatnya HIV/AIDS dikalangan remaja dan orang muda. Ini sangat memperihatinkan bagi nasib remaja-remaja penerus Bangsa Indonesia.

B.     Tujuan
       Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah :
1.      Untuk melengkapi tugas kelompok dari Dosen.
2.      Untuk mengetahui perkembangan, dan bahaya penggunaan obat-obatan ilegal (narkoba).
3.      Untuk mengetahui apa itu HIV/AIDS,bahaya yang dapat ditimbulkan, dan cara mencegah terjangkitnya.










BAB II
PEMBAHASAN

A.    NARKOBA
A.1.  Defenisi Narkoba
Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi ) fisik dan psikologis.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis Narkoba meliputi :
1.      Narkotika
a).  Tanaman
1). Opium atau candu/morfin yaitu olahan getah tanaman papaver somniferum tidak terdapat di Indonesia, tetapi diselundupkan di Indonesia.
2)      Kokain yaitu olahan daun koka diolah di Amerika (Peru, Bolivia, Kolumbia).
3)      Cannabis Sativa atau Marihuana atau Ganja banyak ditanam di Indonesia.
                    2. Bukan tanaman
a). Semi sintetik : adalah zat yang diproses secara ekstraksi, isolasi disebutalkaloid opium. Contoh : Heroin, Kodein, Morfin.
b). Sintetik : diperoleh melalui proses kimia bahan baku kimia, menghasilkan zat baru yang mempunyai efek narkotika dan diperlukan medis untuk penelitian serta penghilang rasa sakit (analgesic) seperti penekan batuk (antitusif).
Contoh : Amfetamin, Metadon, Petidin, Deksamfetamin.
3.      Psikotropika
                 Adalah obat keras bukan narkotika, digunakan dalam dunia pengobatan sesuai Permenkes RI No. 124/Menkes/Per/II/93, namun dapat menimbulkan ketergantungan psikis fisik jika dipakai tanpa pengawasan akan sangat merugikan karena efeknya sangat berbahaya seperti narkotika. Psikotropika merupakan pengganti narkotika, karena narkotika mahal harganya. Penggunaannya biasa dicampur dengan air mineral atau alkohol sehingga efeknya seperti narkotika.
a.      Penenang (anti cemas) : bekerja mengendorkan atau mengurangi aktifitas susunan syaraf pusat. Contoh : Pil Rohypnol, Mogadon, Valium, Mandrax (Mx).
b.      Stimulant : bekerja mengaktifkan susunan syaraf pusat. Contoh : Amphetamine, MDMA, MDA.
c.       Hallusinogen : bekerja menimbulkan rasa halusinasi/khayalan. Contoh Lysergic Acid Diethylamide (LSD), Psylocibine.

d.      Alkohol dalam ilmu kimia dikenal dengan sebutan etanol adalah minuman keras yang mempunyai efek bisa memabukkan jika minumnya berlebihan.
4.         Zat Adiktif
          Zat adiktif adalah zat yang sangat berbahaya jika salah pemakaiannya bisa merusak tubuh, bila keracunan bisa menimbulkan halusinasi atau mungkin yang fatal kematian. Contoh : Terpentine, lem karet, thinner, spray aerosol, aceton, dll.
A.2.  Penyalahgunaan dan dampak penyalahgunaan Narkoba
Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penelitian. Tetapi karena berbagai alasan – mulai dari keinginan untuk dicoba-coba, ikut trend/gaya, lambing status social, ingin melupakan persoalan dll, maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berlanjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi yang disebut juga dengan kecanduan.
Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut: 1) coba-coba; 2)senang-senang; 3) menggunakan pada saat atau keadaan tertentu; 4)penyalahgunaan; 5) ketergantungan. Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun social seseorang.
1. Dampak Fisik:
Ø  Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
Ø  Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
Ø  Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
Ø  Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
Ø  Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
Ø  Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
Ø  Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
Ø  Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
Ø  Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian.
2. Dampak Psikis:
Ø  Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
Ø  Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
Ø  Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
Ø  Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
Ø  Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
3. Dampak Sosial:
Ø  Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
Ø  Merepotkan dan menjadi beban keluarga
Ø  Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.
A.3.  Upaya Penanggulangan Narkoba
Mengingat betapa dahsyatnya bahaya yang akan ditimbulkan oleh Narkoba dan betapa cepatnya tertular para generasi muda untuk mengkonsumsi Narkoba, maka diperlukan upaya-upaya konkrit untuk mengatasinya. Upaya-upaya tersebut antara lain adalah :
1.Meningkatkan iman dan taqwa melalui pendidikan agama dan keagamaan baik di sekolah maupun di masyarakat.
2. Meningkatkan peran keluarga melalui perwujudan keluarga sakinah, sebab peran keluarga sangat besar terhadap pembinaan diri seseorang. Hasil penelitia menunjukkan bahwa anak-anak nakal dan brandal pada umumnya adalah berasal dari keluarga yang berantakan (broken home).
3. Penanaman nilai sejak dini bahwa Narkoba adalah haram sebagaimana haramnya.
4. Meningkatkan peran orang tua dalam mencegah Narkoba, di Rumah oleh Ayah dan Ibu, di Sekolah oleh Guru/Dosen dan di masyarakat oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat serta aparat penegak hukum.
A.4.  Ciri – Ciri Pengguna Narkoba
Pada pengguna Narkotika yang berlebihan dapat menimbulkan keracunan atau efek sebagai berikut :

1.      Efek yang ditimbulkan opium bagi penggunanya :
a.    muntah dan mual
b.    sakit kepala
2.      Efek yang ditimbulkan kokain bagi penggunanya :
a.    nafsu makan hilang
b.    denyut jantung dan tekanan darah meningkat
3.      Efek yang ditimbulkannya heroin bagi penggunanya :
a.    reaksi panik
b.    gelisah
4.      Efek yang ditimbulkannya putau bagi penggunanya :
a.    emosi lepas kontrol
b.    gangguan pergerakan
5.      Efek yang ditimbulkannya cannabis sativa bagi penggunanya :
a.    menyebabkan khayalan
b.    tingkah lakunya tidak terkontrol
c.    melawan kepada orang tua
d.   mencemarkan nama baik keluarga




B.     HIV/AIDS
B.1.  Defenisi HIV/AIDS
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Merupakan virus penyebab AIDS yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan kumpulan dari beberapa gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV sehingga orang yang telah terinfeksi HIV mudah diserang berbagai penyakit yang bisa mengancam hidupnya. HIV menular melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian, jarum suntik bekas pakai, jarum suntik yang tidak steril, melakukan hubungan seks, berganti – ganti pasangan, atau proses penularan dari ibu ke bayi melalui proses : hamil, melahirkan, dan menyusui. Setelah masuk dan menginfeksi manusia selama 2 minggu sampai 6 bulan ( 3 bulan pada 95% kasus) merupakan masa antara masuknya HIV ke dalam tubuh sampai terbentuknya antibody (penangkal penyakit) terhadap HIV atau disebut juga HIV Positif. Pada fase ini HIV sudah dapat ditularkan kepada orang lain walaupun hasil tes masih negatif. Fase ini disebut fase jendela. Setelah melalaui fase jendela. Selama 3 – 10 tahun setelah terinfeksi HIV, Seseorang yang telah mengidap HIV Positif tidak akan menampakkan gejala, tampak sehat, dan dapat beraktifitas seperti biasa. Baru setelah 1- 2 tahun kemudian mulai timbul infeksi opportunistik ( penyakit lain yang muncul karena sistem kekebalan tubuh menurun). Obat ARV ( Anti RetroViral ) yang diminum pada fase ini dapat menekan pertumbuhan HIV. Akan tetapi obat ini tidak dapat menghilangkan HIV dari dalam tubuh.

B.2.  Media Penularan dan Cara Mengetahui Status  HIV/AIDS
                HIV tidak menular melalui
1. Gigitan nyamuk atau serangga lain
2. Keringat, Sentuhan, Pelukan, ataupun Ciuman
3. Berenang bersama
4. Terpapar batuk atau bersin
5. Berbagi makanan atau menggunakan alat makan bersama
6. Memakai toilet bergantian

  Status HIV hanya dapat diketahui melalui Konseling dan Testing HIV     Sukarela
v  Testing HIV merupakan pengambilan darah dan pemeriksaan laboratorium disertai konseling pre dan pasca testing HIV
v  Konseling dan Testing HIV Sukarela dilakukan dengan prinsip tanpa paksaan, rahasia, tidak membeda-bedakan serta terjamin kualitasnya
v  Manfaat Konseling dan Testing HIV Sukarela :
- Mendapat informasi, pelayanan, dan perawatan sesuai kebutuhan masing-masing sedini mungkin.
- Dukungan untuk perubahan perilaku yang lebih sehat dan aman dari penularan HIV.
B.3.  Pemberian Obat ARV (Anti Retro Viral)
Sampai saat ini masih belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS, para penderiya HIV/AIDS hanya diberikan obat ARV (Anti Retro Viral) yang hanya dapat menekan pertumbuhan jumlah HIV dan meningkatkan daya tahan tubuh untuk memperpanjang usia hidup ODHA ( Orang dengan HIV dan AIDS).
Orang dengan HIV dan AIDS  harus minum obat ARV secara rutin pada jam tertentu setiap hari dan seumur hidup. Sejak tahun 2007 sudah terdapat 75 rumah sakit rujukan bagi Odha di seluruh Indonesia yang menyediakan obat ARV.
       B.4. Tanda-Tanda Klinis Penderita AIDS :
1. Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan
2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
3. Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan
4. Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologi


Gejala minor :
1. Batuk menetap lebih dari 1 bulan
2. Dermatitis generalisata yang gatal
3. Adanya Herpes zoster multisegmental dan berulang
4. Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
HIV dan AIDS dapat menyerang siapa saja. Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS, yaitu :

1. Orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa    menggunakan   kondom
2. Pengguna narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama
3. Pasangan seksual pengguna narkoba suntik
4. Bayi yang ibunya positif HIV



BAB III
KESIMPULAN

Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi ) fisik dan psikologis.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Narkoba merupakan salah satu aspek yang bisa berdampak buruk pada generasi muda para penerus bangsa Indonesia.
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Merupakan virus penyebab AIDS yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan kumpulan dari beberapa gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV sehingga orang yang telah terinfeksi HIV mudah diserang berbagai penyakit yang bisa mengancam hidupnya. HIV menular melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian, jarum suntik bekas pakai, jarum suntik yang tidak steril, melakukan hubungan seks, berganti – ganti pasangan, atau proses penularan dari ibu ke bayi. HIV/AIDS sampai saat ini masih belum ditemukan obatnya, Orang dengan HIV dan AIDS hanya diberikan obat ARV (Anti Retro Viral) yang hanya dapat menekan pertumbuhan jumlah HIV dan meningkatkan daya tahan tubuh untuk memperpanjang usia hidup.


DAFTAR PUSTAKA

BKKBN. 2001. Remaja Mengenai Dirinya. Jakarta. BKKBN
Hurlock, E.B (1998). Perkembangan Anak. Alih bahasa oleh Soedjarmo &
Istiwidayanti. Jakarta: Erlangga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar